Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) berupaya meningkatkan mutu pendidikan doktoral melalui asesmen lapangan akreditasi Program Studi Doktor Ilmu Farmasi yang berlangsung pada 21β23 Oktober 2026. Program studi yang sebelumnya meraih peringkat akreditasi Baik Sekali itu kini menjalani evaluasi untuk meningkatkan capaian akreditasinya menuju Unggul.
Asesmen yang diselenggarakan secara luring di Ruang Rapat Lantai 2 FFUP tersebut melibatkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), yakni Prof. Dr. apt. Muhammad Daβi, M.Si., dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Prof. Dr. rer. nat. apt. R.R. Endang Lukitaningsih, M.Si., dari Universitas Gadjah Mada.
Pembukaan asesmen pada Rabu (21/10/2026) dihadiri Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M. Adapun penutupan kegiatan diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Riset, Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M., M.Si.
Sejumlah pimpinan universitas dan fakultas turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya, tim asesor mengevaluasi dan memverifikasi dokumen serta bukti pendukung penyelenggaraan program studi. Aspek yang ditelaah mencakup tata kelola, proses pendidikan, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, dan penerapan sistem penjaminan mutu.
Rangkaian asesmen juga menjadi ruang bagi pengelola program studi untuk menjelaskan capaian kinerja, memberikan klarifikasi, serta meninjau kesesuaian pelaksanaan program dengan standar mutu yang ditetapkan. Secara umum, kegiatan berlangsung lancar. Proses diskusi dan klarifikasi antara tim asesor dan pengelola program studi menjadi bagian penting dalam mengevaluasi capaian kinerja serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Asesmen lapangan ini juga menjadi momentum bagi Program Studi Doktor Ilmu Farmasi FFUP untuk meninjau pelaksanaan standar mutu dan merumuskan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan doktoral, produktivitas penelitian, serta kontribusi akademik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kefarmasian. [RH]