Fakultas Farmasi Universitas Pancasila memberikan apresiasi atas kiprah dosen kami, Dr. apt. Diah Kartika Pratami., M.Farm. dan apt. Gumilar Adhi Nugroho, M.Si, yang sebagai juri pada ajang kompetisi internasional bergengsi: Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) dan International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) yang digelar oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA) bekerja sama dengan IPB University.
Thr 4th GYIIF 2026 merupakan sebuah kompetisi inovasi dan invensi bagi generasi muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya riset dan solusinya di berbagai kategori ilmu, termasuk sains sosial, lingkungan, life sciences, teknologi, dan lain sebagainya. Kompetisi ini mengumpulkan peserta secara hybrid (offline dan online).
The 4th IYMIA 2026 adalah ajang kompetisi yang fokus pada integrasi ilmu pengetahuan dan kreativitas dengan nilai-nilai keilmuan yang bermuatan inspirasi dan kemaslahatan, terbuka untuk peserta dari berbagai penjuru dunia.
Pada tahun ini, total ada 364 tim dari 9 negara yang berpartisipasi, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Bangladesh, Meksiko, Turki, Hong Kong, dan Vietnam β dengan 143 peserta hadir secara offline dan 221 tim mengikuti secara online. Kegiatan penjurian ini berlangsung pada tanggal 7 – 18 Januari 2026.di kampus IPB University dan platform daring secara paralel, menghadirkan ragam ide inovatif dari generasi muda global.
Peran Dosen FFUP sebagai Juri Internasional
Sebagai anggota dewan juri, Dr. apt. Diah Kartika Pratami, M.Farm dan apt. Gumilar Adhi Nugroho, M.Si. turut menilai karya peserta berdasarkan sejumlah kriteria akademik dan inovatif, seperti: kualitas ilmiah dan metodologi riset; relevansi solusi terhadap permasalahan global; kreativitas dan aplikasi teknologi; kemampuan presentasi dan komunikasi ilmiah.
Peran ini menunjukkan pengakuan atas kompetensi dosen FFUP dalam ranah evaluasi riset dan inovasi tingkat internasional. Kedua, partisipasi dosen sebagai juri dalam ajang internasional seperti GYIIF dan IYMIA mampu meningkatkan visibility FFUP di kancah global, sejalan dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Selain itu, yang ketiga, dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk aktif menembus ruang kompetisi global.