Joomla Slide Menu by DART Creations

_________BERITA_________

Kalender Akademik

Kalender Akademik Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Gasal TA 2016/2017

Info selengkapnya




Lab. Pengujian QLAB

Laboratorium pengujian QLAB,menerima sampel dan bahan untuk diuji baik perusahaan dan perorangan

Info Selengkapnya




Pendaftaran Apoteker

FFUP akan membuka pendaftaran Program Profesi Apoteker tahun akademik 2016/2017

Info Selengkapnya




Update Data Alumni

Kepada para Alumni FFUP dimohon untuk meng-update datanya di website ini.
Terima kasih

info selengkapnya




Akademik On Line

Bagi mahasiswa yang ingin mengisi KRS secara Online dan melihat jadwal serta rekap nilai, silahkan login disini.

info selengkapnya

Link Kami

Kalender

Seminar Internasional Nano Tehnologi PDF Cetak E-mail
Senin, 28 Oktober 2013 00:00

Pada Hari Sabtu, 26 Oktober 2013 Fakultas Farmasi Universitas Pancasila mengadakan kegiatan Seminar dengan tema  "Biopolymeric Micro/nanoparticles for Drug and Protein Delivery", dengan nara sumber : Prof. Garnpimol C. Ritthidej (Chulalangkorn University, Thailand), Jing Zhao (National University Singapore), Dr. Mike Ahern (School of Science, Institute of Technology Tallaght-Dublin Irlandia),  Prof. Habil H.J. Freisleben (Faklutas Farmasi Universitas Indonesia), Dr. Heni Rachmawati (ITB) dan Dr. Deni Rahmat (Universitas Pancasila).

Dalam sambutannya sebelum membuka acara seminar Rektor Universitas Pancasila Dr. Edie Toet Hendratno, SH, M.Si.  memandang perlu peran negara dalam mengembangkan nanoteknologi farmasi karena biaya yang dikeluarkan untuk investasi di bidang tersebut relatif sangat  besar.


Seminar yang dihadiri oleh pimpinan Universitas Pancasila, Dosen, mahasiswa, undangan dari perguruan tinggi dan instansi/perusahaan pemerintah maupun swasta, lebih lanjut Dr. Edie Toet Hendratno, SH, M.Si. mengatakan untuk pembuatan laboratorium nanoteknologi dibutuhkan dana sekitar Rp1 triliun sampai Rp. 2 triliun.  Indonesia harus mengikuti perkembangan nanoteknologi farmasi karena saat ini negara-negara lain sudah mengembangkannya jauh lebih maju. Kalau kita tidak mengembangkan, akan jauh tertinggal dengan negara-negara lain.

Pemerintah bisa menugasi BUMN yang berkaitan dengan hal tersebut seperti Kimia Farma ataupun Biofarma untuk mengembangkan nanoteknologi farmasi. BUMN bidang farmasi ini bisa menjadi ujung tombak pengembangan nanoteknologi farmasi di Indonesia.

Sedangkan para nara sumber, menyampaikan dalam lima tahun terakhir ini perkembangan nanoteknologi farmasi di Indonesia cukup maju, bahwa nanoteknologi farmasi merupakan ilmu-ilmu farmasi yang menggabungkan teknologi farmasi, kimia farmasi, biologi farmasi, bioteknologi farmasi, dan lainnya.

Dengan adanya nanoteknologi farmasi, tentunya memberikan peluang baru dalam sistem penghantaran obat dan strategi dalam penargetan obat sehingga lebih tepat sasaran. Akan tetapi, kami juga perlu mengetahui efek samping seperti apa yang ditimbulkan.

Selain itu, nanoteknologi farmasi dapat mengatasi permasalahan yang timbul dalam formulasi obat, protein, peptida, dan asam nukleat yang menghasilkan bioavailabilitas dan efek klinis yang rendah.

Dalam konferensi tingkat internasional, tidak hanya membahas perkembangan terakhir dalam nanoteknologi farmasi, tetapi juga pengembangan penemuan-penemuan dan teknologi baru untuk perbaikan efek klinis obat.

Negara-negara di Eropa Barat, Jepang, Singapura, bahkan Thailand perkembangan nanoteknologi sudah maju. Mereka sudah lebih dari sepuluh tahun lalu mengembangkannya, dengan adanya nanoteknolgi farmasi tentunya akan menguak revolusi dunia di bidang farmasi tersebut karena nanoteknologi mampu mengurangi bahan baku obat sehingga penggunaannya lebih sedikit daripada tidak menggunakan nanoteknologi.

Biaya bahan baku obat lebih murah dan sedikit, tetapi memang dibutuhkan investasi besar dalam mengembangkan nanoteknologi, saat ini perkembangan nanoteknologi bukan hanya di farmasi, melainkan juga di bidang lainnya seperti kosmetik. Banyak industri kosmetik yang memanfaatkan keungggulan nanteknologi tersebut.

Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 09 Maret 2014 00:06 )